Assalamu'alaikum
warahmatullahi wabarakatuh..:)
Segala Puji bagi Allah
Tuhan Sekelian Alam
Selawat Dan Salam Atas
Junjungan Besar Baginda Nabi Muhammad Sollallahu 'Alaihi Wasallam, Dan Ke
Atas Keluarganya Serta Para Sahabatnya RodiyAllahu 'Anhum Ajma'in.
Adapun selepas itu...
Sejak lahir kita sebagai manusia memang telah dianugerahkan
dengan mata ketiga. Satu mata yang mana tidak kelihatan secara zahiriah tetapi
amat jelas secara rohaniah. Mata yang mana bisa melihat kebenaran dan perkara
yang samar di sebalik tirai dimensi-dimensi yang berlainan. Inilah dia MATA
BATIN a.k.a MATA KETIGA.
Fungsi Mata ketiga:
- melihat taura/energi
(tenaga yang berwarna-warni itu)
- melihat alam halus/dimensi yang lebih tinggi (alam jin, alam malakut, alam lahut)
-melihat tembus pandang (seperti pandangan x-ray, disebalik tembok konkrit,dll)
-Pusat Intuisi/firasat (mengesan bahaya, tafsir gerak-geri manusia,dll)
- melihat alam halus/dimensi yang lebih tinggi (alam jin, alam malakut, alam lahut)
-melihat tembus pandang (seperti pandangan x-ray, disebalik tembok konkrit,dll)
-Pusat Intuisi/firasat (mengesan bahaya, tafsir gerak-geri manusia,dll)
Mata zahir/kasar kita terbatas dan hanya boleh melihat
benda-benda dalam alam 3 dimensi iaitu benda-benda yang bergerak pada frekuensi
rendah. Sedangkan banyak benda-benda atau makhluk yang bergerak pada
frekuensi yang sangat pantas yang tidak boleh dilihat dengan mata kasar.Bagi
golongan yang terbiasa berfikir secara logik dan menghukum sesuatu hanya pada
pandangan akal yang terbatas ini, apa yang boleh dilihat itulah yang di anggap
sebagai kenyataan. Padahal banyak perkara-perkara yang tidak boleh
dilihat mempunyai tenaga yang lebih besar dan lebih besar pengaruhnya dalam hidup
kita.
Contoh yang paling mudah adalah dengan memperhatikan bilah kipas
angin. Ketika bilah kipas berputar secara perlahan kita masih boleh melihatnya.
Akan tetapi, tenaga kinetik (angin) yang dihasilkan tidaklah besar. Apabila
'volume' kipas ditambah menjadi lebih pantas, lama-kelamaan bilah kipas hampir
tidak kelihatan, walhal tenaga yang dihasilkan jauh lebih besar. Begitu juga
fenomena yang ada dalam alam ini. Semua yang bergerak dan bergetar lebih pantas
akan sukar terlihat tetapi menghasilkan tenaga yang lebih besar.
Ada banyak cara untuk mengaktifkan mata ketiga. Bagi kita yang
hidup di Nusantara ini kebiasaannya dengan mengamalkan doa-doa, wirid, atau
zikir yang tertentu tetapi bagi mereka yang asal selain dari Nusantara
kebiasaanya mengamalkan meditasi untuk mengaktifkan kembali mata ketiga ini.
Bukanlah bermaksud orang Nusantara tidak melakukan dan tidak tahu meditasi,
cuma panggilan atau sebutannya di Nusantara lain, ianya dipanggil Bertapa.
Di bawah adalah beberapa cara untuk membuka mata ketiga:-
1. Doa Nuurun Nubuwwah- adalah salah satu doa yang amat
terbukti untuk membuka mata ketiga iaitu dengan mengamalkannya secara
istiqamah dalam masa 40 hari berturut-turut selepas selesai solat fardhu dan
niat supaya Allah bukakan Mata Batin kita, untuk melihat Kebenaran.
Bagi mereka yang lemah semangat tidak disarankan untuk
mengaktifkan mata ketiganya kerana dimensi lain mempunyai makhluk yang tidak
senang dipandang oleh kebiasaannya.
2. Berzikir ataupun meditasi selama 7 hari 7 malam
berturut-turut di ruangan yang kurang pencahayaan-duduk secara bersila, pejamkan mata,atur
nafas,sedut melalui hidung, hembus melalui mulut, fokuskan penglihatan di tengah antara alis mata sambil berzikir.
Pada zaman dahulu, seseorang yang ingin menjadi pendekar yang
mempunyai kewaspadaan dan indra ke-enam yang tajam, maka mereka harus menjalani
tapa brata ataupun bertapa, berpuasa ataupun bermeditasi dalam ruangan gelap
gelita selama 7 hari 7 malam, dan ada yang sampai 40 hari 40 malam. Mengapa
demikian ?
Para guru zaman dahulu mungkin tidak bisa menjelaskannya secara
saintifik...tetapi ternyata, akhir-akhir ini ada laporan penelitian dari
Thailand dan Netherland yang menyebutkan adanya beberapa hormon yang
menyebabkan seseorang menjadi pendekar setelah bermeditasi di ruang gelap
selama 7 hari berturut-turut.
Pada saat seseorang bermeditasi dengan cara memejamkan matanya
di ruangan gelap, maka kelenjar Pineal menghasilkan Melatonin. Produksi
Melatonin ini hanya sampai maksimum 2 – 5 miligram per hari. Disamping mengatur
“jam biologi” manusia, melatonin ini juga bermanfaat bagi perkembangan
kesedaran spiritual.
Setelah meditasi memasuki hari ke 3, dan melatonin mencapai 15 –
20 mlgram, maka Kelenjar Pineal menghentikan produksi Melatonin dan
menggantinya dengan memproduksi Pinolin. Pinolin yang bersifat
superkonduktor inilah yang merangsang timbulnya kemampuan seseorang untuk
menjadi . Sehingga dengan kadar Pinolin yang tinggi, orang akan dapat
terbangkitkan kepekaan dan kemampuan kewaspadaannya, melihat, mendengar, dan
merasa dengan menggunakan indera ke enamnya.
Setelah berzikir atau meditasi berlanjutan sampai hari ke-7 atau
ke-8, maka kelenjar Pineal mula menghasilkan hormon 5-Meo-Dimethyltryptamin (
DMT ). Pada saat kadarnya dalam darah mencapai 25 mlgram, maka terbukalah “mata
ketiga” yang posisinya di belakang kening. MATA BATIN inilah yang antara lain
mengatur ketajaman kewaspadaan, kecerdasan dan kesedaran spiritual manusia.
Jadi, setelah mengetahui rahsia ini. Maka tidak perlulah kita
sampai puasa wisol, ataupun amalan-amalan yang tidak termampu oleh kita. Cukup
kita sering berzikir atau bermeditasi di ruangan yang
pencahayaannya sedikit saja itu sudah cukup. Jadi tidak perlu sampai gelap
gelita. Dan tidak perlu sampai meninggalkan aktiviti seharian kita. Rileks
saja, biar MATA BATIN kita berkembang secara semula jadi. Tidak perlu 'semangat
lebeh' dan memaksa diri.
Sebelum beramal, pastikan niat kita betul...sebaiknya istikharah
pada Allah minta petunjuk...Maha suci Engkau (Ya Allah)! Kami tidak mempunyai
pengetahuan selain dari apa yang Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya
Engkau jualah yang Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana"
Wallahu a'lam wa
'IlmuHu Atammu.

